Ka'bah & Masjidil Haram

Ka'bah (Arab: الكعبة) adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti salat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.


إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ
 Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang diberkahi al-Imran, ayat 96.

Ka’bah adalah kiblat seluruh kaum muslimin dunia yang menjadi simbol kesatuan mereka dibawah ikatan tauhid dan keimanan kepada Allah swt. Ka’bah adalah bangunan pertama di bumi, sebagaimana firman Allah swt diatas.



Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah. Lingkungan Ka'bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran Nabi Musa terhadap kaum Yahudi, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (Surah Al-Ikhlas dalam Al-Qur'an) . Ka'bah akhirnya dibersihkan dari patung patung ketika Nabi Muhammad membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah. Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya'ibah sebagai pemegang kunci ka'bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan kekhalifahan sampai kerajaan arab saudi saat ini.

Kunci Ka'bah

Sejarahwan, narator dan lainnya memiliki pendapat berbeda tentang siapa yang telah membangun Ka'bah. Beberapa pendapat itu ada yang mengatakan Malaikat, Adam dan Seth (Nabi Sys). Ka'bah  Juga disebut dengan nama Baitullah.

1. Dibangun oleh para malaikat.
Kaum muslimin meyakini bahwa pembangunan ka’bah pertama kali dilakukan oleh para malaikat, sebagaimana disebutkan Imam Ibnu adh Dhiya bahwa telah diriwayatkan dari Ali bin al Husein bahwa dia telah ditanya tentang awal mula thawaf mengelilingi baitullah beliau menjawab Sesungguhnya Allah swt telah berfirman :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS. Al Baqoro : 30)

Para malaikat berkata,”Wahai Allah bukankah khalifah itu dari selain kami adalah yang selalu membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah.’ Maka Allah pun marah terhadap mereka lalu mereka pun melarikan diri ke arsy, mengangkat kepala, jari jemari mereka mengisyaratkan ketundukan dan menangis karena takut akan kemurkaan-Nya. Mereka mengeilingi arsy sebanyak tiga kali.” Di dalam riwayat : “tujuh kali” mengaharapkan kridhoan Tuhan mereka dan Allah pun meredhoi mereka. Kemudian Allah berkata kepada mereka,”Bangunlah oleh kalian di bumi sebuah rumah yang menjadi tempat kembali setiap orang yang Aku murka terhadapnya dari makhluk-Ku dan dia mengelilinginya (thawaf) sebagaimana kalian lakukan terhadap arsy-Ku maka Aku akan mengampuninya sebagaimana Aku telah mengampuni kalian.” Lalu mereka pun membangun ka’bah.


Terdapat riwayat pula yang menyebutkan bahwa Allah swt telah mengutus malaikat dan berkata kepada mereka,”Bangunlah oleh kalian sebuah rumah seperti al baitul ma’mur lalu mereka pun melakukannya. Allah swt memerintahkan agar rumah itu dikelilingi (thawaf) sebagaimana al baitul ma’mur. Ini terjadi sebelum penciptaan Adam as serta 2000 tahun sebelum penciptaan bumi. Dan sesungguhnya bumi dibentangkan dibawahnya karena itulah Mekah disebut dengan Ummul Quro yaitu asal negeri (bumi).


Terdapat pula riwayat yang menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi sebelum diturunkannya Adam as ke bumi… (Tarikh Makkah al Musyarrafah hal 4)


2. Wasiat Nabi Adam kepada anaknya Nabi Sys
Sys adalah penerus dari Nabi Adam as yang diberikan wasiat oleh ayahnya untuk senantiasa beribadah siang dan malam. Ibnul Atsir menyebutkan bahwa Sys senantiasa melakukan haji dan umroh hingga ajal menjemputnya dan dia juga mengumpulkan lembaran-lembaran yang diturunkan kepadanya dan kepada ayahnya lalu mengamalkan isinya. Sys telah membangun ka’bah dengan batu dan tanah. (Al Kamil Fii at Tarikh juz I hal 17)

  

3. Pada masa Ibrahim dan Ismail as.
As Suddiy mengatakan bahwa tatkala Allah swt memerintahkan Ibrahim dan Ismail agar membangun sebuah rumah lalu mereka berdua tidak mengetahui dimana tempat akan dibangunnya hingga Allah mengirimkan angin, ada yang menyebutkan angin itu adalah al khajuj yang memiliki dua sayap sementara kepalanya berbentuk ular. Lalu ular itu membersihkan daerah sekitar ka’bah sebagai tempat dibangunnya rumah pertama. Keduanya pu mengikutinya dengan membawa alat penggali dan melakukan penggalian sehingga mereka berdua berhasil meletakkan pondasinya, sebagaimana firman Allah swt

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ
“Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah.” (QS. Al Hajj : 26) 


Setelah mereka berdua meletakkan dasar-dasarnya maka dibangunlah rukun-rukunnya. Dan Ibrahim mengatakan kepada Ismail,”Wahai anakku, carikanlah untukku batu hitam dari daerah India, dahulunya ia adalah batu yakut yang paling putih. Dahulu batu itu dibawa oleh Adam as tatkala diturunkan ke bumi dari surga namun kemudian berubah warnanya menjadi hitam karena dosa-dosa manusia. Ismail pun membawa sebuah batu namun ia mendapatkan batu hitam itu sudah berada disalah satu sudut. Ia pun bertanya kepada ayahnya,”Wahai ayahku siapa yang mendatangkan batu itu kepadamu?’ Ibarahim menjawab,”Dia adalah yang lebih rajin darimu.” Maka mereka berdua membangunnya dan sambil berdoa,”
 "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. Al Baqoroh : 127)


Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".(QS 2:125)


Ka'bah yang juga dinamakan Bayt al `Atiq (Rumah Tua) adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka'bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”, (QS 14:37)


4. Dibangun oleh orang-orang Quraisy.
 Pada usia Rasulullah saw mencapai tiga puluh lima tahun, orang-orang Quraisy sepakat untuk merenovasi ka’bah. Ka’bah adalah susunan batu-batu yang lebih tinggi dari badan manusia, sekitar sembilan hasta yang dibangun sejak masa Ismail tanpa memiliki atap sehingga banyak pencuri yang mengambil barang-barang berharga yang disimpan didalamnya.


Lima tahun sebelum tahun kenabian, Mekah dilanda banjir besar sehingga meluap ke Masjidil Haram dan dikhawatirkan sewaktu-waktu akan dapat meruntuhkan ka’bah. Orang-orang Quraisy merasa bimbang antara merenovasi atau membiarkannya seperti apa adanya.


Akhirnya al Walid bin al Mughirah al Makhzumiy mengawali perobohan bangunan ka’bah lalu diikuti oleh orang-orang setelah mereka mengetahui tidak terjadi sesuatupun menimpa al Walid. Mereka terus bekerja merobohkan setiap bangunan ka’bah hingga sampai rukun Ibrahim. Setelah itu mereka siap membangunnya kembali.


Tatkala pembangunan sampai di bagian Hajar Aswad, mereka saling berselisih tentang siapa yang berhak mendapat kehormatan meletakkan Hajar Aswad itu ditempatnya semula. Perselisihan ini terus berlangsung selama empat atau lima hari, tanpa ada keputusan. Bahkan perselisihan itu semakin meruncing dan hampir saja menjurus kepada pertumpahan darah di tanah suci.


Abu Umayyah bin al Mughirah al Makhzumiy datang dan menawarkan solusi dengan menyerahkan urusan ini kepada siapa pun yang pertama kali masuk lewat pintu masjid. Mereka menerima cara ini. Allah menghendaki orang yang berhak atasnya adalah Rasulullah saw. Tatkala mengetahui hal itu, mereka berbisik-bisik,”Inilah al Amin. Kami ridho kepadanya, inilah dia Muhammad.”


Orang-orang Qiraisy kehabisan dana dari penghasilan mereka, maka mereka menyisakan di bagian utara, kira-kira enam hasta, yang kemudian disebut al Hijr atau al Hathim. Mereka membuat pintunya lebih tinggi dari permukaan tanah, agar tidak bisa dimasuki kecuali oleh orang yang memang ingin melewatinya. Setelah bangunan ka’bah mencapai ketinggian lima belas hasta, mereka memasang atap dengan disangga enam sendi.


Setelah jadi, ka’bah itu berbentuk segi empat, yang keinggiannya kira-kira mencapai lima belas hasta, panjang sisinya di tempat Hajar Aswad dan sebaliknya adalah sepuluh meter. Hajar Aswad itu sendiri diletakkan dengan ketinggian satu setengah meter dari permukaan pelataran untuk thawaf. Sisi yang ada pintunya dan sebaliknya setinggi dua belas meter. Adapun pintunya setinggi dua meter dari permukaan tanah, di sekeliling luar ka’bah ada pagar dari bagian bawah ruas-ruas bangunan, di bagian tengahnya dengan ketinggian seperempat meter dan lebarnya kira-kira sepertiga meter. Pagar ini dinamakan Asy Syadzarawan. Namun kemudian orang-orang Quraisy meninggalkannya. (ar Rakhiqul Makhtum hal 84 – 85)


Nabi Muhammad SAW pernah mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali Ka'bah karena kaumnya baru saja masuk Islam, sebagaiman tertulis dalam sebuah hadits perkataannya: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan aku turunkan pintu Ka'bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail ke dalam Ka'bah", sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim. 


5. Pada masa Abdullah bin Zubeir.
 Abdullah bin Zubeir memutuskan perenovasian ka’bah seperti yang diinginkan Rasulullah saw ketika beliau masih hidup. Dia pun merobohkannya dan membangun kembali serta menambahkan bagian yang masih kurang ketika orang-orang Quraisy kehabisan dana dari enam hasta menjadi sepuluh hasta. Dia juga menjadikan ka’bah memiliki dua pintu, satu di sebelah timur dan lainnya di sebelah barat sehigga orang yang memasukinya dari satu pintu dan keluar di pintu yang lainnya. Dia menjadikannya dalam bentuk yang paling baik dan megah sehingga seperti yang disifatkan Nabi saw sebagaimana diberitakan oleh Aisyah ra ibu orang-orang beriman yang juga bibinya.



6. Pada masa Abdul Malik bin Marwan
Pada masa Abdul Malik bin Marwan ini al Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqofiy menulis surat kepadanya atas apa yang diperbuat Abdullah bin Zubeir dengan ka’bah, tentang perenovasian dan penambahan bagian ka’bah, dia mengira bahwa hal itu adalah hasil fikiran dan ijtihadnya.

Lalu Abdullah bin Malik membalas suratnya agar mengembalikan ka’bah seperti sedia kala. Al Hajjaj pun merobohkan bagian utaranya dan mengeluarkan al Hijr sebagaimana yang telah dibangun orang-orang Quraisy serta menjadikan ka’bah memiliki satu pintu saja yang lebih ditinggikan serta menutup pintu yang lainnya.

Tatkala Abdul Malik bin Marwan mendapatkan hadits Aisyah maka ia pun menyesali perbuatannya sehingga mengatakan,”Kami sangat berkeinginan mengembalikan seperti orang yang membangun sebelumnya.” Maksudnya Abdullah bin Zubeir. Lalu ia pun bermusyawarah dengan Imam Malik dalam permasalahan ini dan beliau pun mencegahnya agar kemuliaan ka’bah tidak lenyap. Dan dikahwatatirkan setiap raja akan melakukan perobohan sebagaimana yang dilakukan orang-orang sebelumnya sehingga dapat menodai kehormatan ka’bah.

7. Pada masa Kekhilafahan Utsmani tahun 1040 H.
Tatkala Mekah dilanda banjir besar yang menenggalamkan Masjidil Haram maka Muhammad Ali Pasya—Gubernur Mesir saat itu—memerintahkan para arsiteknya yang ahli dan para pekerjanya agar merobohkan ka’bah dan merenovasi kembali. Pembangunan itu memakan waktu setengah tahun penuh dan memakan biaya yang sangat mahal hingga rampung pembangunannya.

Setidaknya ada 90 banjir besar melanda Mekkah sejak jaman Rosul hingga masa kini
Sultan-sultan Ottoman berkontribusi untuk pembangunan Masjid Al-Haram. Pada tahun 1571, Sultan Selim II (1566-1574) memerintahkan arsitek Sinan untuk merenovasi masjid. Sinan menggantikan atap datar dari ruang doa dengan kubah dihiasi dengan kaligrafi bersepuh emas di dalam. kolom baru dibawa dari Pegunungan Shams dekatnya, ditempatkan di antara kolom tua untuk mendukung atap baru.

Karena hujan yang merusaknya pada tahun 1611, Sultan Murad IV (1623-1640) memerintahkan pemulihan masjid dan pembangunan kembali Ka'bah tahun 1629. Masjid tersebut terdiri dari arcade batu baru didukung pada kolom tipis, dengan medali berbentuk prasasti antara lengkungan. ubin lantai di sekeliling Ka'bah diganti dengan yang baru ubin marmer berwarna dan masjid itu dilengkapi dengan tujuh menara. Pada akhir pemerintahan Ottoman di Hijaz selama Perang Dunia I, Pagar luar masjid diukur 192 dengan 132 meter.



 8. Masa Kerajaan Saudi
 Para Raja Saudi pada gilirannya berkontribusi juga ke Masjid al-Haram. Antara 1955 dan 1973, perluasan pertama disponsori oleh Raja Abdul Aziz (1932-1953). Struktur baru yang dibutuhkan penghancuran yang luas di sekitar masjid Ottoman ke arcade dua lantai yang terbuat dari batu tiruan kolom dan ditutup dengan panel marmer diukir dari Wadi Fatimah. Langit-langit arcade ini adalah coffered dan dihiasi dengan plester dibentuk dan lantai keramik dengan batu dan marmer.

Selama ini Mas'a (ruangan yg menghubungkan batu al-Safa 'dengan al-Marwah) diperpanjang untuk mencapai masjid. perpanjangan tersebut dibangun di dua lantai, dengan struktur beton bertulang lengkungan dibalut marmer dipahat dan batu buatan. Galeri ini berkomunikasi dengan jalan dan mesjid melalui pintu sebelas. Bab al-Salam dan Bab al-Umrah juga direnovasi saat ini untuk cocok dengan gaya yang baru dibangun Bab Raja Abdul Aziz pada façade selatan. Empat menara didirikan dekat Bab al-Umrah dan Bab al-Salam dan tiga yang lebih tua. Dengan demikian, mereka berdiri delapan puluh sembilan meter persegi. Masing-masing memiliki dua balkon segi delapan dihiasi dengan colonettes, yang pertama terletak di puncak atap masjid, sedangkan yang kedua adalah di ujung atas poros.

Perpanjangan kedua disponsori oleh Raja Fahd (1982-sekarang), terdiri dari sayap baru dan area berdoa outdoor, baik terletak di timur selatan masjid yang ada. Ruang sholat baru diakses melalui Gerbang Fahd monumental di tenggara yang mengarah ke Ka'bah. Hal ini terdiri dari dua lantai terpisah di beberapa bagian oleh mezzanine, penyejuk udara bersirkulasi di bawah lantai keramik dan diberikan melalui grid ventilasi yang terletak di dasar setiap kolom. Ruang berdoa dibangun pada grid lima meter. arcade adalah beratap dengan pundi-pundi persegi dihiasi dengan cetakan plester. Kolom yang dilapisi dengan panel marmer, sedangkan lengkungan ditutupi dengan batu buatan dan cetakan plester. Sepanjang sumbu menghubungkan Gerbang Fahd ke Ka'bah, tiga modul grid ditutupi dengan kubah dihiasi dengan squinches muqarnas dicetak dengan plester, yang membawa drum berlubang oleh tiga puluh dua jendela melengkung. Ruang kubah diterangi dengan lampu kaca berwarna dan panel kaca patri backlit di puncak. Dinding interior ruang doa dilapisi dengan marmer dado 2,5 meter. Ini elemen dekoratif digunakan untuk menyembunyikan pengeras suara dan kabel listrik.


Atap dari ekstensi baru ini terkait dengan atap seluruh kompleks, yang dirancang untuk mengakomodasi jamaah yang meluap. Daerah doa juga meluas juga untuk plaza banyak di luar masjid. Plaza outdoor di luar sudut tenggara Fahd Gate lereng sedikit ke bawah, menekankan arah doa. Sejajar dengan dinding timur laut dan barat daya ekstensi baru, dua proyeksi persegi dibangun untuk menyembunyikan eskalator yang menghubungkan ruang bawah tanah dan fasilitas parkir bawah tanah ke plaza publik dan ruang doa di atas.

Perpanjangan Saudi kedua dari Masjid Al-Haram mengambil mempertimbangkan kesatuan arsitektur kompleks. The façade ruang berdoa baru yang dibangun oleh Raja Fahd dalam campuran dengan konstruksi sebelumnya, dengan marmer abu-abu menghadap dari Pegunungan Fatimah dekatnya, dihiasi dengan ukiran band marmer putih dan bingkai jendela. Raja Fahd Gate monumental, yang memberikan akses ke ekstensi baru, terdiri dari tiga lengkungan dengan hiasan marmer hitam dan putih voussoirs dan diukir putih. gerbang ini diapit oleh dua menara yang cocok yang lebih tua. Jendela modul sepanjang façade ruang doa ditutupi dengan mashrabiyya kuningan dan dibingkai dengan band ukiran dari marmer putih. Gerbang kecil telah kanopi hijau miring ubin.

Demikianlah awal mula pembangunan ka’bah hingga hari ini yang tetap kokoh dan menggetarkan setiap orang yang melihatnya dan mengembalikan kebesarannya kepada Allah swt Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.
Wallahu A’lam



Suasana di Dalam Ka'bah
  
 

Jamaah Haji dan Umrah yang datang ke Baitullah tentunya mengenal seluk beluk Ka'bah dari sisi luar, tetapi tidak ada satupun Jamaah Calon Haji yang bisa mengetahui bagaimana sebenarnya isi di dalam Ka'bah itu sendiri. Untuk masuk kedalam Ka'bah bukanlah perkara yang mudah, kecuali Anda sebagai tamu kehormatan, paling tidak seorang kepala negara muslim, maka mungkin keinginan tersebut bisa jadi impian untuk melihat bagaimana isi dari Ka'bah bisa terwujud. Untuk itu saya hadirkan disini video yang menggambarkan suasana didalam Ka'bah yang Insya Allah bukan rekayasa.





Masjidil Haram di Masa Yang Akan Datang
Bentuk Masjidil Haram dan Gedung2 utk jamaah haji 3 tahun mendatang
Perhatian Besar Kerajaan Saudi terhadap pengembangan Masjdil Haram sangat tinggi. Raja Abdullah bin Abdul Aziz telah menyetujui perluasan pelataran sebelah utara Masjidil Haram demi kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah para dhuyufurrahman.
Kementerian Urusan Perkotaan yang diwakili oleh Tim Pengembangan Perluasan Pelataran sebelah Utara Masjidil Haram telah mulai pembongkaran gedung-gedung yang berada di sekitar Masjidil Haram.

Pembangunan gedung2 tinggi disekitar Majidil Haram sudah dilakukan
 Proyek perluasan halaman Masjidil Haram ini seluas 300 ribu meter persegi. Dengan demikian sejumlah gedung dan hotel mulai digusur termasuk wilayah 'Pasar Seng' dari sebelah utara sampai sebelah barat daya yaitu wilayah Gazzah, Raqubah (Pasar Seng), Gararah, Falaq Syamia dan Jabal Hindi.Selain perluasan pelataran tersebut, juga dilakukan pembangunan perluasan terowongan untuk pejalan kaki jalur keluar masuk Masjidil Haram.

Ka'bah pun akan diberi 4 payung raksasa
 Ada sekitar seribu bangunan yang akan tergusur demi proyek akbar ini. Perusahaan listrik dan telepon telah memutus jaringan yang berada di gedung-gedung tersebut. Koran Okaz hari ini memberitakan bahwa Tim Pengembangan sejak kemarin telah mengosongkan Sekolahan bernama Arafat yang telah terbangun 50 tahun silam, termasuk poliklinik Syamiah dan Pasar Nadwa yang terdiri dari 30 unit bangunan toko.

Jamarat Project in Mina Makkah Al Mukkarrma after Completion
Kereta listrik akan dioperasikan dari Haram ke Mina, Mina -Muzdalifah dan Muzdalifah ke Arafah

 Ahmad bin Nasyi, Kepala Kepolisian kota Makkah telah melarang dan menutup untuk umum memasuki wilayah Syamiah demi kelancaran pelaksanaan perluasan lokasi tersebut.Perluasan Masjidil Haram Makkah kali ini terbesar sepanjang sejarah di kota Makkah dan Madinah. Proyek menelan biaya 6 miliar Riyal Saudi dengan kontraktor termasyhur, Bin Laden.Sementara itu, perluasan tempat ibadah sa'i di Masjidil Haram masih berlanjut terus menerus. Perluasan tempat sa'i ini sudah dimulai sebelum musim haji 1428 H dan sempat distop pembangunannya saat musim haji berlangsung.

Madinah 4-5 tahun lagi akan seperti ini.

MaKKah al Mukarramah setelah 12 tahun Insya Allah akan spt ini

Video dibawah ini adalah Nasheed Ya Mekkah



Dibawah Ini Foto-foto Ka'bah dan Masjidil Haram saat ini ... Mudah2an dengan melihatnya akan memudahkan jalan anda menuju kesana ... Amiiiin Ya Rabbal Alamin ...
































Kami datang Ya Allah ... Kami datang ...
Izinkanlah ...



Komentar

Postingan Populer